PAYAKUMBUH – Atmosfer kompetisi yang ketat dan penuh sportivitas mewarnai gelaran 50 Fighter Series 1 Piala Dandim 0306 yang berlangsung di GOR Nan Ompek, Payakumbuh. Ajang bergengsi tingkat Sumatera Barat ini ditutup dengan capaian impresif dari tim tuan rumah, 50 Fighter, yang sukses merebut gelar Juara Umum I.
Keunggulan 50 Fighter tak terbantahkan. Mereka kokoh di puncak klasemen akhir dengan raihan 12 medali emas, 6 perak, dan 12 perunggu. Sementara itu, KKN Squad berada di posisi kedua dengan koleksi 7 emas, 8 perak, dan 15 perunggu, disusul Forki Tanah Datar di posisi ketiga dengan 6 emas, 6 perak, dan 7 perunggu.
Dominasi tersebut mencerminkan pembinaan atlet yang matang serta konsistensi performa di berbagai kategori usia.
Mewakili Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf Ucok Namara, S.I.P., Danramil 01 Payakumbuh Mayor Cba Deni Supirman menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter generasi muda.
“Melalui olahraga, kita menanamkan nilai disiplin, sportivitas, serta semangat juang sebagai bagian dari bela negara. Ini menjadi investasi penting bagi masa depan bangsa,” ujarnya saat menutup kegiatan.
Ketua KONI Kabupaten Lima Puluh Kota, Taufik Hidayatullah Ihsan, menilai kejuaraan ini sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan atlet menuju Porprov Sumbar 2026.
“Kejuaraan ini menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas atlet. Kita berharap mampu tampil kompetitif di tingkat provinsi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Forki Kabupaten Lima Puluh Kota, Nurkhalis Dt Bijo Dirajo melalui Anggota Dewan Pembina, Alia Efendi Dt Bijayo Nan Mudo, menyampaikan kesiapan daerahnya untuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) FORKI se-Sumatera pada Juli mendatang.
Ketua pelaksana, Egon Febri, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan, termasuk para wasit dan juri tingkat daerah maupun nasional.
“Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Selain sukses penyelenggaraan, tuan rumah juga mampu meraih prestasi maksimal,” ujarnya.
Selain persaingan tim, kejuaraan ini juga melahirkan atlet-atlet terbaik melalui penghargaan Best of The Best (BOB) di berbagai kategori. Di antaranya, M. Yazid dan Zaimah Azkadina dari KKN Squad (kategori kadet), Yobit Ahsanul dari ASIK Team (junior putra), Azzura Ramadhani Lexem dari Dojo Polresta Bukittinggi (junior putri), Gema Awal Ramadhan dari KKN Squad (senior putra), serta Aura Ramdhani dari Forki Tanah Datar (senior putri).
Keberhasilan 50 Fighter juga ditopang kontribusi merata para atletnya. Dua nama, Inaya Atifa Zahra dan Rohadatul Mufiidah, tampil menonjol setelah masing-masing meraih dua medali emas (double gold) di nomor kata dan kumite.
Adapun daftar lengkap atlet 50 Fighter peraih medali adalah sebagai berikut:
Medali Emas (12):
Inaya Atifa Zahra (Kata Pemula Putri & Kumite -35 Kg Putri) – Double Gold;
Rohadatul Mufiidah (Kata Junior Putri & Kumite -48 Kg Junior Putri) – Double Gold;
Aldefaro Rasdhan (Kata Pra Usia Dini Putra);
Mutiara Senja Ramadhani (Kata Pra Pemula Putri);
Fathar Muhammad Qaishar (Kata Pemula Putra);
Nayyara Oktafeli Harianto (Kata Kadet Putri);
Falah Arfano (Kumite -25 Kg Pra Usia Dini Putra);
Ghaitsa Syahla Almera (Kumite +35 Kg Pra Pemula Putri);
Yuciko Azzafran Tanjung (Kumite +35 Kg Pra Pemula Putra);
Lay Rajo Monang (Kumite +55 Kg Pemula Putra).
Medali Perak (6):
Ghaitsa Syahla Almera (Kumite +35 Kg Pra Pemula Putri);
Tsaqif Maulana Akbar (Kumite -25 Kg Pra Usia Dini Putra);
Mutiara Senja Ramadhani (Kumite +35 Kg Pra Pemula Putri);
Fathar Muhammad Qaishar (Kumite -40 Kg Pemula Putra);
M. Rafi Lovinandro (Kumite -45 Kg Pemula Putra);
Jesis (Kata Senior Putri).
Medali Perunggu (12):
Ahmad Dafi Galdeni (Kata Pra Pemula Putra);
M. Kinza Haikal (Kata Pemula Putra);
Ahmad Hanif Al Fatih (Kumite Dini Putra);
Ahmad Rasyiqul Abid (Kumite -30 Kg Dini Putra);
Kevin Gaho (Kumite +30 Kg Dini Putra);
Yucika Hasyaghina (Kumite -25 Kg Putri);
Fadzuya Ananda (Kumite -30 Kg Dini Putri);
M. Revano Fidelyo (Kumite -45 Kg Pemula Putra);
Marcel Pratama (Kumite -55 Kg Pemula Putra);
Cahaya Valeska (Kumite -45 Kg Pemula Putri);
Nayyara Oktafeli Harianto (Kumite -47 Kg Kadet Putri);
Sabil Kanaya Azzahra (Kumite -54 Kg Kadet Putri).
Di balik keberhasilan tersebut, peran tim pelatih dan ofisial turut menjadi kunci. Tim 50 Fighter didampingi oleh pelatih dan ofisial, yakni M. Suryadi, Robi Setiawan, Yudi Fransisko Tanjung, dan Rahmat Suardi, yang konsisten membina serta mendampingi atlet sepanjang kejuaraan.
Kejuaraan ini menjadi bukti bahwa pembinaan atlet karate di Sumatera Barat terus berkembang dan mampu melahirkan talenta-talenta potensial. Dengan kompetisi yang semakin kompetitif dan terstruktur, ajang ini diharapkan menjadi pijakan menuju prestasi yang lebih tinggi di tingkat regional maupun nasional.
(*).